PKNU Optimistis Raih Suara Besar Pada Pemilu 2009

 Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang dalam waktu dekat dideklarasikan di Jakarta, optimistis mampu meraih besar dalam Pemilu 2009, sebab konstituen PKNU merupakan gabungan kaum agama dan nasionalis. 

“Semua kiai karismatis yang memiliki basis massa, ada pada pihak kita. Sumber suara dari konstituen PKB, Insya Allah bisa kami ambil sekitar 80%,” kata Ketua DPW PKNU Jateng, Muchlisin Bisri, di sela-sela bedah buku “Bung Karno, Islam, Pancasila, NKRI” di Semarang, Senin (29/01).

 

Ia menyebutkan, sejumlah kiai karismatis PKB yang pindah ke PKNU antara lain K.H. Sobri (Banyumas), K.H. Hasyim (Tegal), K.H. R. Muhaimin Asnawi (Magelang), K.H. Abdurrahman Chudlori atau Mbah Dur, dan sejumlah kiai di daerah pantura lainnya.

 

Muchlisin mengatakan, deklarasi PKNU akan berlangsung pada 18 Februari 2007 di halaman Parkir Timur Senayan, Jakarta. Kegiatan serupa juga akan digelar di tingkat Jateng pada akhir Februari-awal Maret 2007.

 

Untuk deklarasi tingkat nasional, Jateng akan memberangkatkan ribuan kader dengan mengendarai 30 bus. Sejauh ini, katanya, seluruh kabupaten dan kota di Jateng sudah membentuk DPC PKNU, kecuali Kabupaten Rembang, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal, yang masih dalam proses pembentukan.

 

Mengenai rencana DPW PKB Jateng kubu Muhaimin Iskandar yang mengganti 11 anggota FPKB DPRD Jateng, dia menyatakan tidak pernah mengusik parpol itu. “Mereka tidak ada hubungan sama sekali dengan PKNU,” katanya.

 

“Ke-11 anggota FPKB tersebut merupakan kader yang punya akar dan tokoh yang betul-betul punya basis massa. Kami akan terbuka pada siapa pun yang akan bergabung, termasuk anggota FPKB yang bakal di-`recal`,” katanya.

 

Buku “Bung Karno, Islam, Pancasila, NKRI” yang diterbitkan Komunitas Nasionalis Religius Indonesia dibedah Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat K.H. Ma’ruf Amin, Ketua Komisi Politik PW NU Jateng Dr. Abu Hafsin M.A., dan Wapemred Harian Suara Merdeka, Hendro Basuki.

 

Diskusi yang dipandu jurnalis Triyanto Triwikromo itu juga menampilkan editor buku tersebut, yakni Iman Toto K. Rahardjo.

 

Ma’ruf Amin yang juga Wakil Ketua PB NU mengungkapkan, pendirian PKNU antara lain dilatarbekalangi keinginan supaya tidak ada benturan kelompok keagamaan dan nasionalis. (*/lpk)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: