Kiai-Kiai Bulat Sepakati PKNU, Lambang Mirip PKB

Tuban – Para Kiai dan ulama yang selama ini setia mendukung PKB pimpinan Choirul Anam akhirnya menyepakati pendirian partai baru, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Para kiai juga sepakat dengan lambang PKNU yang sangat mirip dengan lambang PKB.

Kesepakatan bulat ini diambil setelah para ulama dan kiai dari berbagai daerah menggelar pertemuan tertutup di Ponpes Langitan, Tuban, pimpinan KH Abdullah Faqih, Selasa (21/11/2006).

Pertemuan kiai-kiai kharismatik itu sendiri dibagi dalam dua forum. Forum pertama digelar terbuka di Aula Pondok Langitan. Forum ini untuk menjaring keinginan kiai dan tokoh NU yang tak tergabung dalam Tim 17 mengenai rencana pendirian PKNU.

Di antara kiai sepuh yang hadir, KH Abdurrahman Chudlori (Magelang) yang selama ini sebagai Ketua Dewan Syuro DPP PKB hasil muktamar Surabaya, KH Ma’ruf Amin, KH MAS Subadar (Pasuruan), KH Muhaiminan Gunardo (Temanggung), KH Nurul Huda Jazuli (Kediri), KH Idris Marzuki (PP Lirboyo Kediri), KH Sholeh Kosim (Sidoarjo) dan kiai sepuh lainnya yang tergabung dalam Tim 17, tim yang merumuskan dan menggodok partai baru.

Forum kedua digelar tertutup di ruang belakang Pondok Langitan. Pertemuan itu hanya diikuti Tim 17. Agendanya, kesepakatan pembentukan partai baru, nama dan asas partai, AD/ART partai, lagu atau mars partai, struktur kepengurusan di tingkat nasional dan daerah, serta lainnya.

“Para ulama sepakat menggunakan nama PKNU. Keputusan ini telah melalui berbagai pertimbangan,” ungkap KH Ma’ruf Amin kepada wartawan, usai pertemuan.

Dalam rumusan parpol yang sudah didaftarkan ke Departemen Hukum dan HAM itu, perbedaan yang cukup mencolok dalam susunan strukturnya. Di PKNU dimunculkan Dewan Mustasyar. “Struktur baru itu untuk bisa menyelesaikan dan mengantisipasi apabila ada persoalan di internal partai,” tambah Kiai Ma’ruf.

Sementara logo PKNU sendiri tidak berbeda jauh dengan PKB. Selain warna tetap dominan hijau, juga tetap terdapat bintang 9 beserta bola dunianya. Hanya yang membedakan, ada warna merah putihnya sebagai lambang bendera Indonesia.

Sementara, Kiai Faqih dalam sambutannya menyatakan bahwa sesama partai politik yang konstituennya berbasis warga Nahdliyin untuk bisa bersaing secara sehat dan fair pada Pemilu 2009. “Jangan sampai sesama NU nanti saling menggembosi. Jangan pula saling menyudutkan,” pinta Kiai Faqih yang selama ini selalu menjadi panutan Gus Dur itu.

Kiai Faqih menegaskan bahwa rencana pendirian partai baru ini murni didasarkan pada pertimbangan panggilan hati nurani para kiai dan besarnya aspirasi rakyat bawah, yang menghendaki perlunya wadah politik baru setelah konflik PKB pecah.

“Dengan adanya partai baru ini diharapkan nantinya bisa menjadi wadah kepentingan orang NU dan mereka yang nasionalis muslim berfaham ahlu sunnah wal jamaah. Pendirian partai baru di kalangan NU bukan atas dasar kalah menang atau sakit/kecewa para ulama,” katanya sembari menceritakan sejarah NU di masa lalu dalam percaturan politik di tanah air.(gik/asy)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: