Kenaikan BBM Mencekik leher Masyarakat

Beginilah kehidupan yang dialami masyarakat kecil hanya berharap dan berharap pada janji yang tinggal janji dari pemerintah, tapi hanya hisapan jempol belaka.

Batam, BNK-Dampak kenaikan bahan-bakar minyak (BBM) pada tanggal 24 Mei lalu sangat meresahkan masyarakat di segala bidang, baik itu, perekonomian, perindustrian,dan segala aspek lainnya. Kenaikan BBM ini mejadikan lahan basah bagi pedagang-pedagang dipasaran, dimana kenaikan BBM bulan Mei lalu terjadi peningkatkan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya sebesar dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kenaikan harga bahan-bahan pangan ini terjadi sebelum dan sesudah kenaikan BBM. Kenaikan BBM sebenarnya didukung semua kalangan, apabila itu berdampak  positif bagi rakyat. Namun yang terjadi di Negara ini malah sebaliknya kenaikan BBM berdampak negatif dimana angka kemiskinan, pengangguran, kriminal makin meningkat, serta menyempitnya lopangan pekerjaan maka dengan itu pemerintah harus mencari selusinya dan jalan terbaiknya, Itu yang diharap oleh masyarakat.

            Masyarakat sangat minta perhatian dari pemerintah, untuk mengkaji sekali lagi nasib masyarakat. Pulau Batam misalnya dikenal dengan daerah yang sangat sejahtera, namun apakah pendapat tersebut benar demikian…?? Pada kenyataannya tidak!, kesejahteraan itu hanya berlaku bagi mereka- mereka yang menjabat diinstansi-instasi pemerintah, sedangkan masyarakat kecil baik itu buruh-buruh pabrik maupun pengangguran nasibnya sama saja “ makan indomie satu untuk satu hari itu sudah bersyukur sekali “. Keadaan yang terjadi sekarang ini, boleh dikatakan “mati enggan hiduppun segan”. Semua mengeluh gak orang tua, gak anak muda mulai dari harga kebutuhan pokok yang sangat mencekik leher, buruh pabrik yang terancam PHK akibat perusahaan asing yang tak mampu membayar upah akibat kenaikan BBM ini dan sampai pada sektor pendidikan.

            Dengan adanya dana BLT dari pemerintah, sekalipun itu belum ada  kabar beritanya akan tetapi masyarakat Batam senang atas perhatian sementara dari pemerintah ini. Namun dana BLT sebesar 300 ribu itu bagi warga yang  kurang mampu di Batam,  uang tersebut tidak akan berkembang dan bahkan uang sebesar 300 ribu itu untuk kebutuhan hidup sebulan tak cukup. Jadi tak heran kalau saat ini tingkat pendidikan mulai dari TK hingga perguruan Tinggi sangat drop sekali dan bahkan dibeberapa Universitas di Batam banyak mahasiswi yang tak mampu bayar, sehingga ada sebagian ambil jalan pintas.

            Satu contoh : salah satu Universitas di Batam, hampir semua mahasiswinya yang mengalami yang terdiri dari buruh-buruh pabrik yang bekerja sambil kuliah dengan gaji 960 ribu. Apakah mereka masih bisa bertahan untuk melanjutkan pendidikan, yang diharapkan..?? Jawabnya : “jangankan melanjutkan pendidikan, makan aja terancam. Apalagi mo sekolah, nasib ya nasib, kapan ya bisa berhenti penderitaan ini, supaya cita-cita yang diharapkan jangan hanya hayalan belaka, “kata salah satu mahasiswi yang sedang melanjutkan kuliahnya”.(benny)

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: