Jelang Bubar, OB ”Bersolek”

Kamis, 2008 Januari 24
 Pengecatan Gedung Otorita Batam yang dilakukan belakangan ini disebut-sebut sebagai langkah mempercantik gedung ketika mereka sudah berubah nama menjadi Badan Pengusahaan Kawasan (BPK). Meski tanggungjawab dan wewenangnya semakin kecil, OB yang berubah wujud menjadi BPK ingin tetap tampil maksimal.
Dari kejauhan, para pekerja tampak melakukan pengecatan di atap Gedung Bida. Sebagian atap gedung yang warnanya mulai kusam, diganti dengan warna merah tua. “Ah, itu saja dikaitkan dengan FTZ dan perubahan nama. Itu maksudnya supaya gedungnya bagus saja. Kebetulan warnanya sudah kusam karena sudah lama tidak diganti, jadi tidak ada kaitan dengan Badan Pengusahaan atau FTZ,” elak Kabiro Humas OB, Rusliden.
Ditanya persiapan jajaran Otorita Batam menghadapi rencana perubahan status menjadi Badan Pengusahaan, Rusliden mengaku sedang melakukannya. Persiapan dilakukan karena amanat Undang-undang (FTZ) nomor 44 tahun 2007, OB dilebur menjadi Badan Pengusahaan Kawasan.
“Kita melakukan persiapan karena di Perpu FTZ, disebutkan OB akan menjadi Badan Pengusahaan. Jadi kita lakukan persiapan,” katanya.
Persiapan yang dilakukan, kata dia, di antaranya persiapan sistem kerja sehingga dapat menjalankan program-program Badan Pengusahaan. Persiapan-persiapan lainnya yang dilakukan adalah bersiap-siap bersama pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota untuk menerapkan FTZ.
“Persiapan ini dilakukan agar ke depan, kita mampu meningkatkan daya saing dengan daerah lainnya atau negara lain,” sambungnya.

 
Jelang Bubar, OB Desak Bayar UWTO
 Otorita Batam meminta pemilik rumah yang berdiri di atas lahan kavling agar segera membayarkan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Terkait dengan rencana pembentukan Badan Pengusahaan di FTZ nanti, masyarakat juga diminta untuk tidak perlu khawatir soal rumah yang berdiri di atas lahan kavling.
“Kita hanya meminta masyarakat menyadari kewajibannya untuk membayar UWTO. Kalau kewajiban sudah lunas, tentu akan merasa nyaman. Termasuk jika Free Trade Zone sudah berjalan efektif,” ujar Kabag Humas dan Publikasi Otorita Batam, Dwi Djoko Wiwoho, Rabu (9/1). Terkait dengan isu pembubaran Otorita Batam dan diganti Badan Pengusahaan dia menolak berkomentar. “Soal itu saya tidak bisa komentar. Tapi, kita harap warga untuk mengurus UWTO karena disurat kavling sudah disebutkan agar warga mengurus UWTO-nya. Soal statusnya setelah Badan Pengusahaan terbentuk, bisa dilihat di Perpunya,” katanya.
Djoko mengungkapkan, Perpu Nomor 46 Tahun 2007 Tentang Kawasan mengatur soal aset Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam dialihkan menjadi aset Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
“Kecuali aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Batam,” ujarnya.(Batam News)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: